Pages - Menu

Senin, 20 Februari 2017

Pengenalan KKN (kuliah, Kerja, Nyata)

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa.

Pada awal perkembangannya, KKN hanya merupakan paduan dari dua dharma yaitu pengajaran dan pengabdian masyarakat, seiring perkembangannya kkn juga meliputi dharma penelitian. Perpaduan tri dharma perguruan tinggi pada mewujudkan KKN sebagai salah satu sub-sistem pendidikan tinggi di Indonesia

Universitas Jember adalah salah satu dari banyak universitas negeriyang menjadikan KKN sebagai bagian dari sub penting syarat kelulusan. terbukti dengan diberikannya bobot sks yang cukup besar yaitu sebanyak 3 SKS. SKS adalah singkatan dari satuan kredit semester. Sistem SKS ini digunakan umumnya di perguruan tinggi.

Sesuai dengan namanya yaitu Kuliah kerja Nyata yang memiliki arti bahwa para mahasiswa-mahasiswi dituntut untu bekerja guna membangun desa dimana mahasiswa tersebut ditempatkan. salah satunya dengan cara menyusun beberapa program kerja. 

berikut adalah beberapa program Kerja yang telah dicanangkan oleh mahasiswa KKN kelompok 97 Universitas Jember, diantaranya : 

1. Penyuluhan bahaya narkoba dan pencegahan gerakan radikal
2. Penyuluhan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
3. Penyuluhan dan Pelaksanaan Donor Darah
4. Jumat Bersih di Dusun Sliwung Utara, Krajan, dan Blibis
5. Posyandu di Dusun Sliwung Utara, Krajan, dan Blibis
6. Bimbingan Belajar Siswa/Siswi SD
7. Mengajar TPQ
8. Sarwa Putra dan Putri
9. Penanaman Bibit




Sejarah Desa Sliwung



PROFIL DESA
Sejarah Desa
 Pengetahuan sejarah tentang suatu desa yang meliputi terjadinya, asal usul dan nama merupakan suatu hal yang penting. Pengetahuan demikian itu merupakan latar belakang dari pengembangan sifat-sifat masyarakat desa yang bersangkutan.
Dalam rangka Pembangunan Nasional dewasa ini pengetahuan semacam itu dapat dijadikan sarana motivasi bagi masyarakat desa dalam pelaksanaan Pembangunan Nasional baik dibidang moral maupun materiil. Berawal dari konsep pemikiran di atas, maka berikut ini cerita tentang asal usul Desa Sliwung  berdasarkan data yang diperoleh dari pini sepuh dan para pendahulu yang pernah memerintah desa ini.
               Menurut cerita yang berkembang di msyarakat, sejarah Desa Sliwung berasal dari kisah yang mana dulunya masyarakat banyak yang mengalami selisih paham paham sehingga sering terjadi perselisihan meskipun hal-hal yang sepele atau kecil, namun lama kelamaan dapat diatasi oleh para sesepuh desa. Sliwung terdiri dari kata Sli yang berarti berselisih, dan kata wung yang berarti berputar-putar di tempat itu saja. Sehingga dapat diartikan bila terjadi perselisihan hanya akan dialami oleh warga setempat saja.
               Desa Sliwung terbagi menjadi 3 (tiga) dusun yaitu :
1.      Dusun Blibis
2.      Dusun Krajan
3.      Dusun Utara
A.          Sejarah Pemerintahan Desa Sliwung
Para Pejabat Bekel atau Kepala Desa Siwung semenjak berdirinya Desa Sliwung adalah sebagai berikut :




NO
NAMA
MASA JABATAN
1
BURANDI
1960-1965
2
SADDRIHA
1966-1971
3
MAHWENI
1972-1977
4
MASRIYE
1978-1990
5
DIDIK SUDIYANTO
1991-1999
6
SURIWAN
2000-2017
7
SOPAN EFENDI
2014-2015
8
WAHYUDI
2015-2016
9
VERI ANIS SAUDI
2016-sekarang

B.           Sejarah Pembangunan Desa Sliwung
Pada masa pemerintahan Bapak Sopan Efendi, S.STP sebagai Pj.  Kepala Desa Sliwung pada tahun 2014 beliau yang sudah menata ulang dari system Pemerintahan Desa Sliwung yang semula Kegiatan dalam Pemerintahan Desa kurang aktif menjadi sangat aktif utamanya dalam bidang Perencanaan Pembangunan. Sayangnya Perjuangan beliau hanya sebentar dikarenakan beliau di mutasi dari Kantor Kecamatan Panji ke Kantor Dinas Perhubungan dan Kominfo. Selanjutnya perjuangan beliau diteruskan oleh Bpk. Wahyudi beliau adalah Kasi Pembangunan di Kecamatan Panji. Pada Masa Jabatan Bpk. Wahyudi selama kurang lebih 11/2 (Satu Setengah) Tahun Desa Sliwung mengalami Peningkatan yang sangat pesat baik dibidang Pemerintahan, Pembangunan dan banyak pula prestasi yang diraih yaitu dalam perlombaaan diantaranya Lomba Lingkungan Bersih, Satuan Gerak PKK – KB – Kesehatan, dan terakhir Lomba BPD tingkat Kecamatan. Selama Periode Jabatan Bpk. Wahyudi Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2016 Pembangunan Yang sudah terselesaikan diantaranya adalah Pembangunan Jalan Paving di disetiap Dusun, Jalan Telford di Dusun Blibis, Pembangunan Drainase + Gorong – gorong di Dusun Krajan, Pembangunan Paving Halaman Kantor Desa, Pagar Makam di Dusun Karajan, Penerangan Jalan Umum. Sedangkan Kegiatan Pembangunan pada Tahun Anggaran 2016 meliputi Pembangunan Gapura Desa, Pengaspalan Jalan Pertanian, Pembangunan MCK Umum 4 Unit, Pembangunan Poskamling 4 Unit. Sedangkan untuk Pembangunan Jamban dan Pembangunan Gedung PAUD Anggrek dilaksanakan oleh Bapak Veri Anis Saudi, S.Pd dikarenakan pada akhir masa jabatan Bapak Wahyudi terhambat oleh padatnya kegiatan mulai dari kegiatan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa hingga Pelantikan Kepala Desa terpilih yang menjadikan Bapak Wahyudi tidak sempat menyelesaikan 2 Kegiatan Pembangunan tersebut yang pada akhirnya dilimpahkan kepada Kepala Desa terpilih yaitu Bapak Veri Anis Saudi, S.Pd dengan semangat yang menggebu – gebu dan pada akhirnya Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan 2 Kegiatan tersebut dapat terselesaikan dengan waktu yang sangat singkat yang dikarenakan masa akhir tutup anggaran tinggal menghitung hari saja.

TABEL PEMBANGUNAN YANG TELAH DILAKSANAKAN PEMERINTAHAN KEPALA DESA VERI ANIS SAUDI

NO
JENIS BANGUNAN
1
Pembangunan  MCK
2
Pembangunan  PAUD
3
Pembangunan  POSKAMLING
4
Jalan aspal
5
Jalan paving pertanian

Kondisi Geografi dan Demografi Desa Sliwung



2.1.2
 Kondisi Geografi
1.    Batas Wilayah
Desa Sliwung terletak di Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur memiliki luas administrasi 5,51 Ha. Batas wilayah Desa Sliwung adalah sebagai berikut:
§   Sebelah Utara                  :  Desa Ardirejo          
§   Sebelah Selatan               :  Desa Ramban-Bondowoso
§   Sebelah Timur                 :  Desa Battal  
§   Sebelah Barat                  :  Desa Kotakan          
2.        Luas Wilayah Desa Sliwung, adalah sebagai berikut :
§   Luas Wilayah                         :                                    551     Ha
§   Luas sawah dan ladang          :                                 438,6     Ha
§   Luas Pemukiman                    :                                   47,8     Ha
§   Luas Makam                           :                                     2,7     Ha
§   Lain-lain                                 :                                    500     Ha

3.             Pusat Pemerintahan Desa Sliwung terletak :
·           Di sebelah tenggara Pusat Pemerintah Kecamatan Panji dan berjarak ± 7 Km;
·           Di sebelah tenggara Pusat Pemerintah Kabupaten Situbondo dan berjarak ±  10 Km;

4.        Letak Geografis Desa Sliwung terletak pada : 8,2232280 LS – 8,262770 LS dan 113,261379BT – 113,2914430 BT. Desa Sliwung  merupakan dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 100 M dari permukaan air laut, beriklim tropis dengan suhu antara 320 C. Berjarak sekitar ± 11 Km dari Pantai Laut Selatan Jawa ( Samudera Indonesia ) dan merupakan wilayah dengan curah hujan 2.000 – 3.000 mm per tahun;
5.        Di Desa Sliwung dialiri oleh Sungai sepanjang ± 7 Km yang mengalir sepanjang tahun sehingga ketersediaan air bersih baik untuk pertanian maupun untuk keperluan lain seperti pengembangan budidaya perikanan air tawar tetapi masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

2.1.3.  Kondisi Demografi
Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2016, jumlah penduduk Desa Sliwung adalah 2081 jiwa, dengan rincian  1061 laki-laki dan 1020  perempuan. Survei Data Sekunder dilakukan oleh  Fasilitator  Pembangunan Desa, dimaksudkan sebagai data pembanding dari data yang ada di Pemerintah Desa Agar dapat mendeskripsikan dengan lebih lengkap tentang informasi keadaan kependudukan di Desa Sliwung maka perlu diidentifikasi jumlah penduduk dengan menitikberatkan pada klasifikasi usia. Untuk memperoleh informasi ini maka perlulah dibuat tabel sebagai berikut:
1.    Data Penduduk dan Jumlah Keluarga :
Tabel 2.1.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Sliwung Tahun 2016

No
Jenis Kelamin
Jumlah
Prosentase (%)
1
Laki-laki
1061
50,98%
2
Perempuan
1020
49,02%
Jumlah
2081
100%
Sumber : Profil Desa Sliwung Kecamatan Panji, Januari tahun 2014


2.      Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
Tabel 2.2.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Struktur Usia
No
Usia (Tahun)
Laki-Laki
Perempuan
Jumlah
Prosentase
1
0 – 4
90
99
189
9,08 %
2
5 – 9
87
64
151
7,26 %
3
10 – 14
81
79
160
7,69 %
4
15 – 19
112
68
180
8,65 %
5
20 – 24
75
79
154
7,40 %
6
25 – 29
83
87
170
8,17 %
7
30 – 34
96
88
184
8,84 %
8
35 – 39
91
82
173
8,31 %
9
40 – 44
76
69
145
6,96 %
10
45 – 49
86
74
160
7,69 %
11
50 – 54
51
38
89
4,28 %
12
55 – 59
40
58
98
4,71 %
13
60
93
135
228
10,96 %

Jumlah
1061
1020
2081
100,00 %
Sumber : Profil Desa Sliwung Kecamatan Panji, Januari tahun 2016
Dari total jumlah penduduk Desa Sliwung, yang dapat dikategorikan kelompok rentan dari sisi kesehatan mengingat usia, yaitu penduduk yang berusia >60 tahun  merupakan jumlah penduduk yang paling banyak 10,96%.

Dari data tersebut diketahui bahwa jumlah perempuan usia produktif lebih banyak dari jumlah laki-laki. Dengan demikian sebenarnya perempuan usia produktif di Desa Sliwung dapat menjadi tenaga produktif yang cukup signifikan untuk mengembangkan usaha-usaha produktif yang bisa dilakukan oleh kaum perempuan. Pemberdayaan usaha perempuan usia produktif diharapkan semakin memperkuat ekonomi masyarakat, sementara ini masih bertumpu kepada tenaga produktif dari pihak laki-laki.

Kondisi Sosial Desa Sliwung



2.1.4
. Kondisi Sosial
Kondisi sosial  Desa Sliwung tidak terlepas dari latar belakang terbentuknya desa ini dimulai pada tahun 1960an saat  ketika awal dibukanya areal hutan untuk dijadikan wilayah pemukiman dan pertanian. Penduduk desa Sliwung terdiri dari suku bangsa mayoritas yakni Suku Madura, dengan penyebaran Suku  mayoritas bermukim di Dusun Krajan, dusun Sliwung Utara dan dusun Blibis.
1. Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Sliwung pada tahun 2016
            Jumlah Penduduk Tamat Sekolah Berdasarkan Jenis Kelamin
Desa Sliwung Tahun 2014.

No
Pendidikan
Jumlah Orang
1
Belum Sekolah
29
2
TK
64
3
SD / Sederajat
255
4
SLTP / Sederajat
280
5
SLTA / Sederajat
177
6
D-1
4
7
D-2
1
8
D-3
1
9
S-1
4
10
S-2
2
11
S-3


2.    Sarana dan Pra sarana Pendidikan pada tahun 2016
No
Jenis Pra Sarana & Sarana Pendidikan formal    / Informal
Lokasi
Jumlah
Ket
1.
Pendidikan Anak Usia Dini
Krajan, Sliawung Utara, Belibis
4

2.
MI
Krajan, Belibis
2

3.
SD Negeri
Krajan, Belibis
2

4.
Pondok Pesantren
Krajan, Belibis
2


3.        Kondisi Kesehatan Penduduk di Desa Sliwung
Desa Sliwung merupakan daerah yang tingkat kesadaran kesehatan masyarakatnya terkategorikan baik, dikarenakan di Desa Sliwung memiliki sarana kesehatan antara lain :

No
Jenis Pra Sarana & Sarana / Tenaga Kesehatan
Lokasi
Jumlah
Ket
1.
Bidan Desa
Krajan
1

2.
Dukun Beranak
Krajan, Sliwung Utara, Belibis
4

3.
Posyandu
Krajan, Sliwung Utara, Belibis
1




4.    Pemuda dan Olah raga
Upaya peningkatan kualitas generasi muda yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, patriotik, demokratis dan mandiri, memiliki kepekaan dan kepedulian sosial, mempunyai minat dan semangat kewirausahaan, berdaya saing dan unggul dalam berprestasi, mampu mengaktulisasikan segala potensi, bakat, dan minatnya serta terhindar dari bahaya destruktif.
Dalam usaha peningkatan kualitas generasi muda andil pemerintah desa sangat diperlukan dalam usaha memperlancar dan mempermudah para pemuda usia kerja tidak menjadi pengangguran sekaligus mendorong generasi muda untuk menjadi wirausahawan baru, jika ini terjadi maka yang berkembang bukan kecenderungan mencari lapangan kerja melainkan sebaliknya, justru akan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Salah satu usaha menumbuhkan budaya berprestasi di bidang olahraga dan jiwa kewirausahaan di masyarakat yaitu melalui pendidikan dimasyarakat dengan sarana dan prasarana olah raga serta kegiatan kepemudaan yang ada.
Kegiatan pemuda yang ada di Desa Sliwung diantaranya kegiatan Persatuan bola Voli ATJ Sliwung , Kelompok Musik Dusun Barat.

5.        Keagamaan
Dalam perspektif agama, masyarakat di Desa Sliwung termasuk dalam kategori masyarakat yang homogeny. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Sliwung beragama Islam. Secara cultural, pegangan agama ini didapat dari hubungan kekeluargaan ataupun kekerabatan yang kental diantara mereka. Selain itu perkembangan agama berkembang berdasarkan turunan orang tua ke anak ke cucu. Hal inilah membuat Islam mendominasi agama di Dusun-Dusun Sliwung.
Informasi yang diperoleh melalui wawancara mendalam dari tokoh-tokoh tua, bahwa selama ini pola-pola hubungan antar masyarakat masih banyak dipengaruhi oleh kultur organisasi Islam, Seperti Nahdatul Ulama (NU).



Tabel 2.5.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama
Desa Sliwung Tahun 2014
    No
Agama
L
P
Jumlah
1
Islam
988
1117
2105
2
Katholik
-
-
-
3
Kristen
7
6
13
4
Hindu



5
Budha



Jumlah
995
1123
2118

Sumber : Data survey sekunder Desa Sliwung Kecamatan panji, Januari Tahun 2014

Dari tabel 2.5. tersebut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk Desa Sliwung sebagian besar beragama Islam.